Bayi Cegukan Setelah Minum ASI Gejala, Penyebab, Penanganan

Bayi Cegukan Setelah Minum ASI

Bayi Cegukan Setelah Minum ASI

Bayi Cegukan Setelah Minum ASI Gejala, Penyebab dan Penanganan – Dalam dunia kedokteran, cegukan dikenal dengan istilah Hiccups atau Singultus. Kondisi ini dapat terjadi ketika Diafragma (membran yang terletak diantara rongga dada dan perut) mengalami reaksi kontraksi yang dapat menyebabkan tertutupnya pita suara dan juga menimbulkan suara cegukan berulang-ulang.

Cegukan bisa di alami oleh siapa saja mulai dari usia bayi hingga orang tua, khusus bayi yang mengalami cegukan sering terjadi pada saat setelah minum ASI. Lalu, apa saja gejala, penyebab dan bagaimana cara penanganan yang tepat ketika bayi mengalami cegukan? Untuk penjelasan lebih detailnya, simak ulasannya dibawah berikut ini.

Gejala Cegukan Pada Bayi

Umumnya tidak ada gejala tertentu yang ditimbulkan ketika bayi mengalami cegukan, jika cegukan yang di alami oleh bayi disebabkan oleh suatu jenis penyakit, maka biasanya bayi ditandai dengan gejala munculnya suara “hik” berulang kali dan kemudian akan menghilang dengan sendirinya.

Tetapi jika cegukan pada bayi tersebut disebabkan oleh karena suatu jenis penyakit, maka biasanya bayi akan mengalami gejala-gejala seperti batuk, sakit pada tenggorokan, kesulitan untuk menelan, tersedak, terasa nyeri pada dada dan mulut menjadi terasa asam. Selain itu, cegukan pada bayi juga dapat terjadi pada saat bayi sedang tertidur dan di waktu-waktu lainnya, jadi tidak hanya terjadi setelah bayi minum susu saja.

Penyebab Cegukan Pada Bayi

Ada banyak penyebab cegukan pada bayi, diantaranya yaitu :

  1. Udara Dingin

Penyebab cegukan yang sering di alami oleh bayi setelah minum ASI yaitu bisa terjadi karena suhu udara yang dingin, jika suhu udara sedang menurun secara otomatis tubuh bayi akan kedinginan dan menggigil. Kondisi ini dapat memicu terjadinya cegukan pada bayi. Untuk menghindarinya, maka sebaiknya pakaikan pakaian hangat pada bayi ketika memasuki musim dingin atau musim penghujan. Selain itu, hindari memandikan bayi dengan air dingin.

  1. Posisi Ibu Saat Menyusui Yang Tidak Tepat

Ketika sedang menyusui bayi, pastikan posisi anda tidak sedang terlentang karena dapat menyebabkan bayi tersedak dan mengalami cegukan. Posisi ketika menyusui seharusnya posisi tubuh bayi sedikit agak duduk, dimana posisi tubuh bayi harus sejajar dengan lengan. Pastikan pada bagian puting dan juga aerola masuk semua ke dalam mulut bayi, tetapi jika tidak masuk semua dapat menyebabkan udara dari luar masuk ke dalam mulut yang dapat memicu bayi mengalami cegukan.

  1. Menghirup Udara Berlebih

Jika bayi diberi minum susu formula melalui botol, biasanya terdapat gelembung-gelembung berisi udara pada air susu yang akan ikut masuk ke dalam pencernaan, sehingga dapat menyebabkan udara berkumpul di dalam perut yang menjadi penyebab bayi mengalami cegukan. Oleh karena itu, sebaiknya ibu selalu menyendawakan bayi setiap setelah diberikan minum susu melalui botol khusus untuk minum bayi. Caranya yaitu dengan cara menepuk-nepuk punggung bayi pelan-pelan saja, maka udara yang masuk ke dalam perut akan keluar.

  1. Terlalu Sering Diberikan ASI

ASI memang sangat bermanfaat dan menjadi asupan utama untuk bayi dalam mendukung tumbuh kembangnya. Namun jika terlalu sering diberi ASI secara berlebihan dapat menyebabkan bayi mengalami cegukan dan bahkan mengalami gangguan pada sistem pencernaannya. Maka dari itu, sebaiknya berikan ASI dengan kadar dan frekuensi yang tepat. Umumnya, bayi harus diberikan minum ASI setiap 2-3 jam sekali.

  1. Bayi Mengalami Kekenyangan

Penyebab cegukan pada bayi juga dapat disebabkan oleh karena bayi mengalami kekenyangan, khususnya bagi bayi yang berusia diatas 6 bulan. Pastikan setiap ibu memberikan makan pada bayi sesuai anjuran dengan porsi yang sedikit dulu, kemudian seiring bertambahnya usia anda bisa meningkatkan jumlah pemberian makan bayi, tujuannya agar bayi tidak merasa kaget setelah selama 6 bulan hanya mendapatkan asupan ASI saja. Jika bayi anda mengalami kekenyangan, biasanya bayi akan mengalami cegukan.

  1. Bayi Mengalami Stres

Tidak hanya orang dewasa saja, ternyata bayi juga bisa mengalami stres, hanya saja bayi tidak bisa mengutarakannya seperti hal nya orang dewasa. Secara umum, bayi yang mengalami stres akan ditandai dengan bayi menjadi rewel, sering murung dan gelisah pada saat sedang tdur. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena  bisa saja bayi anda merasa lapar, tidak nyaman dengan tempat tingal tertentu atau adanya rasa sakit pada tubuhnya. Kondisi seperti inilah yang dapat menyebabkan bayi sering mengalami cegukan, sehingga sangat penting untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan bayi dengan sesama.

  1. Masalah Asam Lambung

Kondisi cegukan pada bayi yang bisa dikatakan tidak wajar yaitu dapat ditandai dengan kondisi bayi yang menjadi rewel dan sering menangis. Selain itu, bayi juga akan mengalami perasaan yang sering gelisah, susah tidur, batuk, nafsu makan menurun dan juga batuk berkepanjangan. Kondisi tersebut menandakan jika kadar asam lambung mengalami peningkatan bahkan hingga ke bagian kerongkongan. Kondisi ini sudah cukup berbahaya, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

Penanganan

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika bayi cegukan setelah minum ASI, diantaranya yaitu :

  1. Memijat Punggung

Cara menghilangkan cegukan pada bayi setelah minum susu bisa dilakukan dengan memijat bagian punggung bayi secara perlahan dan lembut, pastikan posisi tubuh bayi dalam posisi tegak. Bunda tidak perlu cemas, karena biasanya cegukan pada bayi akan hilang dengan sendirinya.

  1. Mengatur Posisi Menyusui

Bunda juga harus memperhatikan posisi saat menyusui, posisi menyusui yang teoat yaitu posisi kepala bayi harus pada posisi yang lebih tinggi dari posisi tubuhnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari bayi mengalami cegukan dan juga gumoh. Selain itu, posisi ini juga dapat memudahkan bayi ketika menghisap ASI.

  1. Hentikan pemberian ASI untuk sementara

Jika bayi bunda tiba-tiba tersedak ketika sedang minum ASI, maka segera hentikan proses menyusui karena bisa jadi sudah terlalu banyak udara yang ikut masuk bersama ASI. Hal ini disebabkan karena puting payudara tidak masuk seluruhnya yang mengakibatkan udara dari luar ikut terhisap oleh bayi. Pastikan puting dan aerola masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi, cara ini dapat mencegah udara ikut terhisap ke dalam perut bayi yang dapat menyebabkan bayi mengalami cegukan.

  1. Usahakan Agar Bayi Bersendawa

Setiap setelah selesai menyusui, pastikan anda menyendawakan bayi dengan cara menempelkan tubuh bayi pada dada anda dengan posisi bayi tegak berdiri sambil mengusap atau menepuk-nepuk punggung bayi. Hal ini bertujuan agar udara yang masuk ke dalam perut bayi bisa kembali dikeluarkan, sehingga cegukan bayi akan cepat hilang.

Pada dasarnya, bayi mengalami cegukan adalah hal yang wajar terjadi dan tidak berbahaya jika hanya terjadi sesekali saja, namun jika cegukan terjadi secara terus-menerus bisa menyebabkan terjadi gangguan pada saluran pernafasan. Cegukan ini bisa berbahaya jika disertai dengan gejala seperti batuk, susah tidur, menangis terus menerus dan susah makan.

Demikianlah ulasan yang dapat kami jelaskan, semoga ulasan kesehatan diatas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi anda semua.

Loading...

Silahkan Berikan Komentarmu

comments

Bayi Cegukan Setelah Minum ASI Gejala, Penyebab, Penanganan | Khumaira | 4.5
error:
%d bloggers like this: