Cara Mengatasi Penyakit Kulit Scabies (Kudis, Gudik) Khas Pondok

Cara Mengatasi Penyakit Kulit Scabies (Kudis, Gudik) Khas Pondok – Penyakit kudis, gudik atau scabies adalah salah satu jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau. Tungau sendiri merupakan sejenis kutu kecil yang juga dikenal dengan sebutan Sarcoptes scabies yang termasuk ke dalam varian homonis. Penyakit kulit Scabies memang menjadi salah satu jenis penyakit kulit yang sering kali menyerang kalangan masyarakat, terutama bagi para santri dan santriwati yang sedang mondok di pesantren. Bahkan banyak orang yang mengatakan jika penyakit ini telah menjadi penyakit kulit khas pondok pesantren, karena hampir setiap santri dan juga santriwati baru pasti pernah mengalaminya.

Penyakit Kulit Scabies

Penyakit Kulit Scabies

Bagi seseorang yang terserang penyakit ini biasanya mereka akan mengalami gejala-gejala seperti gatal-gatal, kondisi ini akan semakin menjadi ketika malam hari dan parahnya lagi penyakit ini sangat mudah menular baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung terhadap orang yang belum terserang.

Penyebab Scabies

Seperti yang telah kami sampaikan diatas, penyakit scabies, kudis, gudik atau budukan ini disebabkan oleh tungau, ukuran tungau ini sangat kecil dan tidak akan terlihat tanpa menggunakan bantuan mikroskop. Tungau ini akan masuk kedalam pori-pori kulit dan akan membentuk sebuah sarang pada jaringan kulit, sehingga tungau akan berkembang biak pada jaringan kulit dan menyebabkan terjadinya infeksi pada kulit.

Ukuran dari tungau sendiri hanya berukuran 0.3-0.4 mm, sedangkan untuk ukuran tungau jantan memiliki ukuran yang lebih kecil dari betina. Maka sudah dapat dibayangkan betapa kecilnya ukuran tubuh tungau, sehingga mahluk kecil ini dapat masuk ke dalam jaringan kulit melalui pori-pori kulit. Maka dari itu, sebaiknya kita selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan, terutama bagi saudara atau anak-anak kita yang sedang menempuh pendidikan agama di pondok pesantren.

Bagi tungau yang telah dibuahi oleh tungan jantan, maka tungau betina akan masuk ke dalam jaringan kulit untuk membuat lubang pada kulit. Dilubang itulah tungau akan membuat sarang dan berkembang biak serta menetaskan telur-telurnya yang jumlahnya dapat mencapai 40-50 butir, dimana telur-telur tersebut akan menetas hanya dalam waktu 3-5 hari saja.

Pada permukaan kulit luar, tungau-tungan tersebut hanya dapat bertahan selama 2-3 hari saja pada suhu ruangan yang lembab. Pada area kulit yang menjadi sarang tungau akan menimbulkan efek gatal-gatal, kondisi ini akan semakin parah ketika malam hari dan akhirnya akan menimbulkan efek ruam pada bagian permukaan kulit yang terinfeksi.

Mekanisme Penularan Penyakit Kulit Scabies

Scabies adalah salah satu jenis penyakit kulit yang sangat mudah sekali menular, mekanisme penularannya bisa terjadi baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan kulit atau melalui hubungan intim pada pasangan suami isteri. Selain itu, penyakit scabies juga dapat menular secara tidak langsung melalui makanan, pakaian, peralatan mandi ataupun tempat tidur yang digunakan bersamaan dengan orang yang terjangkit.

Maka dari itu, jika anda atau anak anda yang sedang mondok di pesantren sebaiknya selalu menjaga kebersihan dan jangan menggunakan pakaian ataupun perlengkapan mandi bersamaan dengan orang lain agar terhindar dari resiko terinfeksi penyakit kulit Scabies.

Gejala Penyakit Scabies

Penyakit kudis, gudik atau scabies umumnya memiliki masa kubikasi antara 30-60 hari sebelum muncul efek gatal-gatal dan juga ruam pada kulit. Tetapi jika sebelumnya anda pernah mengalami kondisi seperti ini, maka gejala yang ditimbulkannya akan jauh lebih cepat. Pada kalangan anak-anak, biasanya tungau-tungau tersebut sering kali bersarang pada bagian kulit kepala, kulit wajah, leher, telapak tangan dan juga telapak kaki. Sedangkan pada orang dewasa, bagian kulit tubuh yang sering kali terserang yaitu pada sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, selangkangan, kaki, bokong, bagian organ intim bahkan hingga ke bagian payudara.

Gejala-gejala yang di timbulkan dari penyakit kulit scabies diantaranya seperti timbulnya efek ruam yang disertai dengan rasa gatal yang menyiksa terutama pada malam hari. Rasa gata tersebut disebabkan oleh karena adanya reaksi dari alergi yang disebabkan masuknya tungau pada jaringan kulit. Selain gejala diatas, gejala scabies lainnya yang dapat ditimbulkan yaitu seperti :

  • Timbul rasa gatal pada bagian bra
  • Timbul rasa gatal pada bagian organ intim (Khusus Pria)
  • Timbul rasa gatal pada ketiak
  • Timbul rasa gatal pada perut dan pusar

Penyakit kudis atau scabies ini tidak hanya dapat menyerang anak-anak dan dewasa saja, tetapi jika kita tidak waspada bisa juga menyerang bayi dan balita. Mengingat gejala scabies yang ditimbulkan begitu mengkhawatirkan, jika penyakit ini di alami oleh bayi dan balita tentunya akan membuat sang bayi dan balita merasa tidak nyaman dan bahkan rewel. Maka dari itu, sebaiknya kita harus selalu waspada dengan selalu menjaga kebersihan pakaian seluruh anggota keluarga dan juga gunakan berbagai perlengkapan mandi sendiri-sendiri.

Diagnosa Dokter Terhadap Penyakit Scabies

Dalam melakukan diagnosa utama pada jenis penyakit kulit ini yaitu dengan melakukan pemeriksaan terhadap gejala-gejala awal yang dialami dan juga ruam pada kulit, karena itu menandakan jika ada tungau yang bersarang pada kulit tersebut. Untuk memastikan diagnosis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan dengan melakukan uji tinta dan juga uji biopsi pada bagian kulit yang terinfeksi.

Uji tinta yang dilakukan ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan dari sarang tungau di dalam jaringan kulit. Prosedur dari uji tinta ini dilakukan dengan cara mengoleskan tinta pada bagian kulit yang ruam dan gatal, lalu kulit tersebut akan dibersihkan dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan cairan alkohol. Jika ada tungau yang bersarang, maka akan ditandai dengan sisa-sisa tinta berbentuk garis-garis kecil pada permukaan kulit. Selain itu, diagnosis juga dapat dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan kulit yang terkena infeksi untuk dilakukan pemeriksaa di labotarium. Pemeriksaan ini disebut dengan uji biopsi kulit.

Setelah pasien tersebut positif terjangkit penyakit scabies atau kudis, maka biasanya dokter akan mengambil tindakan dengan memberikan obat oles seperti lotion atau krim untuk mengatasinya. Obat oles tersebut memiliki kandungan insektisida yang berfungsi untuk membunuh tungau. Terdapat beberapa merk obat yang dapat mengobati penyakit scabies tersebut diantaranya seperti Malathion, Lindane dan juga Premethrin. Semua obat tersebut harus di dapat dengan resep dokter agar dosis pemakaianya tepat, sehingga obat tersebut dapat bekerja dengan sangat efektif.

Baca Juga : 

Rasa gatal mungkin akan tetap berlangsung hingga beberapa minggu setelah selesai pengobatan, ini dikarenakan ada reaksi alergi yang disebabkan oleh tungau-tungau yang telah mati. Ketika anda mengalami kondisi seperti ini, maka anda dapat mengkompresnya dengan menggunakan air dingin dan berikan krim Kalamin yang dapat membantu menghilangkan rasa gatal pada kulit.

Demikianlah ulasan mengenai Cara Mengatasi Penyakit Kulit Scabies (Kudis, Gudik) Khas Pondok, semoga ulasan kesehatan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan anda semua.

kata untuk mencari artikel ini:
  • tindakan yang harus dilakukan agar terhindar dari scabies
  • gudik penyakit pondok
  • mekanisme gudik
  • Mengatsi kudis
  • menghilangkan bintik hitam tungau
  • obat gudik resep dokter
  • solusi menghadapi scabies di pondok
error: