Ciri-Ciri Wanita Subur dan Wanita Tidak Subur

Ciri-Ciri Wanita Subur

Ciri-Ciri Wanita Subur

Cara Mudah Mengenali Ciri-Ciri Wanita Subur  – Kehadiran sang bayi merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami isteri di dalam rumah tangga, karena semua pasangan yang sudah menikah pastinya ingi seger memiliki momongan. Tidak sedikit pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun tetapi masih juga belum diberikan keturunan, salah satu masalah yang sering di alami khususnya oleh seorang wanita yaitu masalah kesuburan.

Umumnya, wanita yang belum menginjak usia diatas 34 tahun, maka normalnya tingkat kesuburannya yaitu masih 90% dengan catatan bukan mereka yang suka mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan dan juga pecandu minuman beralkohol. Pada wanita, umumnya ketidak suburan ini dipengaruhi oleh karena adanya disfungsi hormon, terjadi sumbatan pada saluran telur, kista, endometriosis, kualitas dan juga pergerakan dari sperma yang kurang baik.

Faktor ketidak suburan ini setidaknya 40% dapat disebabkan oleh wanita dan 40% oleh kaum pria dan sisanya yaitu sekitar 20% dapat disebabkan dari keduanya. Diperkirakan, ada sekitar 90 juta pasangan yang masi berusha untuk bisa mendapatkan keturunan, sulitnya untuk hamil dan memiliki anak sering kali membuat banyak pasangan mengalami stress yang cukup mendalam dan bahkan tidak sedikit pasangan yang hubungannya menjadi tidak harmonis dan berujung pada perceraian.

Jika anda sedang merencanakan untuk hamil dan memiliki anak. Maka sangat disarankan agar anda dan pasangan mengetahui dasar-dasar dari terjadinya kehamilan dan mengetahui tingkat kesuburan baik dari isteri maupun suami. Bagi anda para kaum pria yang belum menikah, sangatlah penting untuk anda mengetahui ciri wanita yang subur dan tidak.

Ciri-Ciri Wanita Mudah Hamil dan Wanita Tidak Subur

Ada beberapa ciri-ciri untuk mengetahui apakah seorang wanita

  1. Memiliki Periode Menstruasi Normal

Mentruasi yang datang secara teratur merupakan pertanda jika ovulasi terjadi secara teratur dan merupakan tanda dari keseimbangan hormon. Dengan memiliki periode menstruasi yang teratur, maka seorang wanita akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan dan kemungkinan besar terjadinya kehamilan.

Silklus menstruasi yang normal yaitu dapat terjadi selama 24 dan juga 35 hari, masa ovulasi ini bisanya akan terjadi pada pertengahan siklus menstruasi. Tanda-tanda ovulasi pada seorang wanita yaitu dapat dikenali dengan timbulnya rasa nyeri pada payudara, nyeri perut, perut kembung, suhu tubuh mengalami peningkatan dan begitu juga dengan munculnya keinginan untuk berhubungan yang sangat tinggi.

  1. Memiliki Berat Badan Ideal

Memiliki berat badan berlebih dan tidak sehat memang akan mempengaruhi dari tingkat kesuburan dan kesimbangan hormon di dalam tubuh, sehingga dapat mengganggu terjadinya ovulasi. Pada beberapa kasus yang ekstrim, bahkan proses ovulasi ini akan terhenti sama sekali. Sementara pada wanita yang bertubuh kurus, biasanya tubuh mereka akan menghemat energi lebih banyak dengan cara melakukan penghentian pada proses terjadinya ovulasi. Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu yang panjang, maka bisa berakibat terjadinya kemandulan pada wanita.

Selain itu, seorang wanita yang sering melakukan olahraga secara berlebihan bisa menyebabkan terjadinya kemandulan, karena hal ini disebabkan kurangnya kadar lemak di dalam tubuh. Begitupun dengan kadar lemak yang berlebih yang memicu kelebihan berat badan, kondisi ini dapat menyebabkan tubuh akan lebih beresiko terserang sindrom ovarium polikistik yang dapat meningkatkan resiko kemandulan secara permanen.

  1. Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi

Bagi wanita yang telah minum atau menyuntikan hormon untuk mengndalikan kelahiran, maka tubuh mereka membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk mengembalikan tingkat kesuburannya ke titik normal. Tubuh memerlukan waktu untuk mengatur ulang siklus menstruasi, serta kembali memulai ovulasi secara berkala untuk meningkatkan kembali kesuburannya.

Meski siklus menstruasi telah kembali normal, namun proses ovulasi akan terjadi dengan tidak teratur dan memang membutuhkan waktu beberapa lama untuk mengembalikan ke kondisi normal. Untungnya, meminum atau menyuntikan hormon pengendali kehamilan ini tidak menyebabkan kemandulan, sehingga aman digunakan oleh pasangan yang ingin menunda kehamilan.

  1. Terbebas Dari Infeksi Penyakit Seksual

Seorang wanita yang telah terinfeksi penyakit menular seksual memiliki resiko kemandulan yang tinggi, jenis penyakit seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan resiko penyakit radang panggul yang bisa saja menyebar ke bagian organ reproduksi. Infeksi penyakit ini dapat menyebabkan munculnya jaringan parut pada saluran tuba, ovarium dan juga organ reproduksi lainnya yang dapat mempengaruhi proses ovulasi dan juga kemampuan untuk bisa hamil.

  1. Tidak Merokok

Wanita perokok berat memiliki tingkat kesuburan yang sangat rendah sekitar 43% saja, bahkan mereka beresiko 3 kali lebih tinggi kemungkinan terjadi kemandulan dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Resiko ini akan semakin tinggi jika pasangan sama-sama memiliki kebiasaan merokok. Hal ini dikarenakan, di dalam rokok mengandung bahan kimia yang sangat berbahaya dan dapat merusak sel telur serta mengganggu proses ovulasi yang sedang terjadi. Bukan saja dapat mengalami kesulitan untuk hamil, tetap juga bisa menyebabkan terjadinya keguguran atau bayi meninggal ketika dilahirkan.

  1. Tidak Mengalami Stress

Stress adalah salah satu penyebab yang paling berpengaruh terhadap kesulitan seorang wanita untuk bisa hamil, karena wanita yang mengalami stress akan memproduksi hormon kortisol dan juga hormon prolaktin yang dengan efektif untuk mengganggu dan bahkan dapat menghentikan terjadinya proses ovulasi. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan kemampuan untuk bisa hamil.

  1. Usia

Usia juga ternyata dapat mempengaruhi tingkat kesuburan dari seorang wanita. Puncak kesuburan dari seorang wanita sendiri berada pada rentang usia mulai dari 20 hingga 29 tahun. Pada usia tersebut wanita yang sehat umumnya memiliki tingkat kehamilan yang sangat tinggi hingga 95%. Sedangkan ketika menginjak usia 30 tahun ke atas akan terjadi penurunan sekitar 90%, kemudian setelah memasuki usia 40 tahun kemungkinan untuk bisa hamil semakin tipis yaitu hanya 40% atau bahkan 10% saja.

Sedangkan pada pria, penurunan dari tingkat kesuburan juga bisa terjadi seiring dengan bertambahnya usia mereka. Sekitar 8% pria yang berusia sekitar 25 tahun gagal untuk bisa menghamili pasangannya, sedangkan ketika menginjak usia 35 tahun kegagalan seorang pria untuk bisa membuahi meningkat hingga 15%. Menurut dari hasil penelitian yang dilakukan di Bristol and Brunel University, hasrat dan frekuensi untuk melakukan hubungan badan pada pasangan suami isteri akan menurun seiring bertambahnya usia.

  1. Keturunan

Jika anda ingin mendapatkan pasangan yang memiliki tingkat kesuburan yang baik, maka anda bisa mengenalinya dari riwayat keturunannya. Seorang wanita yang berasal dari keturunan yang subur dan memiliki banyak anak, maka kemungkinan besar wanita tersebut juga memiliki tingkat kesuburan yang baik. Anda bisa lihat mulai dari sisi ibu, bibi dan juga nenek dari pasangan wanita anda.

Itulah sedikit penjelasan mengenai ciri-ciri wanita subur, semoga dengan menyimak ulasan diatas dapat menambah pengetahuan anda dalam hal dasar-dasar kehamilan. Sekian ulasan yang dapat kami paparkan, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

kata untuk mencari artikel ini:
  • ciri ciri wanita subur
  • ciri wanita subur
  • ciri ciri wanita sehat dan subur
  • ciri wanita yang mudah hamil
  • Ciri ciri wanita tidak subur
  • ciri
  • ciri wanita tidak subur
  • ciri ciri wanita subur dan tidak subur
  • ciri wanita
  • wanita subur
  • 0bat flu
  • ciri ciri ksuburan wanita dan pria yang paling menonjol adalah?
  • ciri-ciri
  • ciri wanita subur pas untuk d dtubuhi
  • ciri ciri wanita subur dan segar

Silahkan Berikan Komentarmu

comments

Ciri-Ciri Wanita Subur dan Wanita Tidak Subur | Khumaira | 4.5
error:
%d bloggers like this: