Gejala, Penyebab dan Pengobatan Penyakit Kencing Tikus

Penyakit Kencing Tikus

Penyakit Kencing Tikus

Penyakit Kencing Tikus atau dalam istilah medis dikenal dengan nama Leptospirosis. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri yang bernama leptospira yang proses penyebarannya dapat terjadi melalui urine atau darah dari hewan yang telah terkena infeksi dari bakteri ini. Ada beberapa jenis hewan yang dapat terserang dan menjadi pembawa dari penyakit Leptospirosis seperti anjing, sapi, babi dan hewan pengerat seperti tikus. Dari beberapa jenis hewan tersebut, tikus menjadi salah satu hewan yang sering membawa dan menyebarkan penyakit ini kepada manusia, sehingga penyakit ini dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan penyakit kencing tikus.

Penyakit Leptospirosis dapat menyerang manusia apabila terjadi kontak secara langsung dengan air dan tanah yang telah tercemar dengan urine dari hewan yangb telah terinfeksi bakteri leptospira. Penyakit ini sangat rentan menyerang manusia yang sering melakukan kontak langsung dengan hewan, karena penyakit ini sangat jarang tertular dari sesama manusia.

Penyebab Penyakit Kencing Tikus (Leptospirosis)

Penyakit Leptospirosis atau kencing tikus ini disebabkan oleh karena infeksi dari bakteri leptospira yang sering kaki dibawah oleh hewan tertentu. Leptospira sendiri merupakan suatu organisme yang dapat hidup dan berkembang di dalam perairan air tawar, tanah yang basah, lumpur dan juga pada tumbuhan. Proses penyebaran bakteri leptospira ini dapat terjadi pada saat terjadi banjir.

Hewan yang terinfeksi bakteri ini secara umum tidak memiliki tanda-tanda jika hewan tersebut telah mengidap penyakit Leptospirosis. Hal ini dikarenakan, bakteri penyebab penyakit kencing tikus ini akan keluar melalui cairan urin pada hewan tersebut. Bakteri tersebut kemudian akan bertahan hidup selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Orang yang memiliki resiko tinggi terserang penyakit Leptospirosis ini yaitu mereka yang sering melakukan kontak dengan hewan seperti seorang peternak, nelayan, pekerja yang bertugas membersihkan limbah dan bahkan dokter hewan. Bakteri penyebab penyakit ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui mata, saluran hidung dan mulut atau bahkan bisa masuk melalui luka yang terbuka pada kulit. terlebih bagi mereka yang sering berada di area yang terkontaminasi dengan bakteri leptospira. Selain itu, proses penyebaran bakteri ini juga dapat terjadi ketika terkena gigitan dari hewan yang telah terinfeksi dan juga melalui air minum yang sudah terkontaminasi, misalnya setelah terjadi banjir.

Gejala Penyakit Kencing Tikus (Leptospirosis)

Hewan yang mengidap penyakit Leptospirosis memang secara umum tidak memiliki tanda-tanda sama sekali, tetapi jika sudah menyerang tubuh manusia dapat menimbulkan gejala-gejala yang menyerupai seperti gejala flu seperti demam, pusing dan juga nyeri otot. Gejala-gejala dari penyakit Leptospirosis ini memang tidak terlalu signifikan, sehingga cukup sulit untuk mendiagnosa. Meski demikian, gejala dari penyakit Leptospirosis ini akan berkembang setelah 1-2 minggu atau bahkan satu bulan, namun kondisinya akan semakin membaik minimal dalam waktu lima hari atau satu minggu setelah muncul gejala.

Gejala lain yang mungkin bisa muncul, diantaranya seperti :

  • Sering merasa mual dan muntah
  • Demam yang disertai dengan tubuh meriang dan nyeri otot
  • Menderita sakit kepala dan pusing
  • Menderita diare
  • Kulit dan area putih pada bagian mata menguning
  • Muncul ruam di kulit
  • Terjadi iritasi dan muncul kemerahan pada area mata
  • Menderita batuk
  • Kehilangan nafsu makan

Gejala penyakit Leptospirosis bisa berujung pada komplikasi yang cukup serius seperti mengalami pendarahan hingga mengalami gagal pada fungsi organ tubuh tertentu seperti ginjal, jantung, paru-paru dan juga dapat menyebabkan kerusakan otak.

Berikut ini beberapa gejala yang mungkin terjadi ketika sudah mengalami komplikasi, diantaranya yaitu :

  • Terasa sakit pada area dada
  • Sesak nafas
  • Terjadi pembangkakan pada pergelangan tangan dan kaki
  • Warna kulit dan warna putih pada area mata menjadi menguning
  • Muncul gejala-gejala yang menyerupai gejala pada penyakit meningitis atau peradangan pada otak seperti kejang-kejang, sakit kepala dan muntah-muntah
  • Menderita batuk berdarah

Jika sudah terjadi komplikasi dan muncul gejala-gejala diatas, maka sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan medis agar kondisinya tidak bertambah parah dan segera membaik.

Pengobatan Penyakit Kencing Tikus (Leptospirosis)

Cara mengobati penyakit kencing tikus atau Leptospirosis secara medis dapat dilakukan dengan dilakukan penyuntikan antibiotik untuk membunuh bakteri Leptospira dan mengembalikan fungsi dari organ tubuh yang terganggu. Selain itu, pemberian obat-obatan antibiotik seperti penisilin dan tetracycline juga akan diberikan. Pemberian obat antibiotik ini biasanya diberikan selama satu minggu dan pastikan pengobatan dilakukan hingga akhir untuk memastika semua bakteri yang masuk ke dalam tubuh telah hilang, sehingga penyakit ini tidak akan muncul lagi. Meski demikian, pasien Leptospirosis tetap harus dilakukan pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dari terapi pengobatan antibiotik ini.

Selain obat-obatan antibiotik, penderita Leptospirosis juga akan diberikan obat-obatan lain yang mengandung paracetamol untuk mengobati gejala awal penderita Leptospirosis, seperti sakit kepala, demam dan nyeri otot.

Pada beberapa kasus penderita penyakit kencing tikus yang sudah cukup parah atau yang terjadi pada wanita hamil, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan secara menyeluruh. Tindakan ini harus segera dilakukan untuk mencegah bakteri penyebab Leptospirosis menyebar ke seluruh tubuh. maka dari itu, beberapa perawatan tambahan seperti infus, ventilator dan dialisis harus diberikan untuk menjaga dan sekaligus mengembalikan kondisi serta fungsi tubuh kembali normal.

Lama perawatan di rumah sakit biasanya akan berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan tergantung dari tingkat keparahan dan respon dari tubuh pasien setelah dilakukan pengobatan. Kompilkasi serius yang terjadi pada organ paru atau yang dikenal dengan severe pulmonary hemorrhagic syndrome merupakan kondisi yang sering menyebabkan kematian. Selain itu, komplikasi yang serius juga bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal akut dan disfungsi organ hati.

Langkah Pencegahan Penyakit Kecing Tikus (Leptospirosis)

Apabila anda hendal bepergian ke suatu daerah yang memiliki angka penderita penyakit Leptospirosis yang sangat tinggi, maka anda akan ikut beresiko tertular penyakit ini. Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah penyakit ini, diantaranya yaitu :

  • Mengenakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dan bersih, serta tutup bagian tubuh yang terluka dengan baik agar tidak terkena infeksi.
  • Kenakan juga pakaian yang layak ketika menjalani aktivitas olahraga atau aktivitas di luar ruangan yang terdapat perkembangan bakteri Leptospirosis.
  • Segera bersihkan tubuh dan cuci pakaian setelah melakukan aktivitas di lingkungan yang berair. Terlebih di area yang memiliki resiko tinggi terhadap penyebaran bakteri leptospira.
  • Hindari menyentuh bangkai hewan secara langsung.
  • Pakai sarung tangan pada saat akan membersihkan urine atau kotoran hewan yang diduga terkena infeksi bakteri Leptospira.
  • Biasakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan antiseptik setiap setelah terlibat kontak dengan hewan yang terinfeksi.
  • Bersihkan lantai jika terdapat urine dan kotoran dari hewan yang diduga terinfeksi dengan menggunakan cairan pembersih antibakteri.
  • Lebih teliti dalam mengambil air yang akan digunakan untuk minum, pastikan juga kemasan air minum tertutup dengan rapi dan masih terdapat segal. Selain itu, jika memasak air sendiri pastikan rebus hingga benar-benar mendidih.
  • Lakukan vaksinasi pada hewan-hewan peliharaan atau ternak agar terbebas dari infeksi bakter Leptospira.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai penyakit kencing tikus atau Leptospirosis. Semoga ulasan singkat yang kami paparkan diatas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para pembaca semua.

Loading...
kata untuk mencari artikel ini:
  • obat paru2 hitam alami
  • penyabeb penyakit kencing tikus

Silahkan Berikan Komentarmu

comments

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Penyakit Kencing Tikus | Khumaira | 4.5
error:
%d bloggers like this: